DRW SKINCARE Sudah digunakan oleh ribuan pasien di seluruh Indonesia dan Luar Negeri

Yang harus dilakukan dalam merawat kulit

Yang harus dilakukan dalam merawat kulit

Yang harus dilakukan dalam merawat kulit. berikut beberapa yang harus anda lakukan dalam merawat kulit.

💐 Bersihkan wajah secara rutin.
Nggak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baik, termasuk mematuhi kembali frekuensi membersihkan wajah, meski kulit sudah telanjur berjerawat. Sama halnya dengan membersihkan kulit sebelum wajah berjerawat, umumnya frekuensi yang dianjurkan untuk membersihkan kulit wajah berjerawat adalah dua kali sehari, yaitu pagi sebelum beraktivitas dan malam sebelum tidur.

💐 Selektif memilih produk perawatan wajah.
Kriteria sabun pembersih yang digunakan juga jadi poin penting yang nggak boleh lupa diperhatikan. Supaya kulitmu terhindar dari iritasi yang dapat membuat jerawat semakin parah, sebaiknya pilih sabun pembersih wajah yang bersifat lembut dan sesuai dengan kebutuhan kulit yang dapat membantu membersihkan kulit secara menyeluruh tanpa membuatnya kering.

💐 Rajin mengganti sarung bantal.
Kebersihan sarung bantal juga tidak kalah pentingnya karena kulit wajah saat kita tidur bersentuhan langsung dengan sarung bantal. jadi mulai sekarang kita harus lrbih peduli dengan sarung bantal yang kita gunakan ya!

Selain membiasakan tiga hal di atas, ada juga hal-hal yang sebaiknya dihindari saat merawat kulit wajah yang tengah berjerawat, yaitu:

DONT’S !

🎃 Mencuci wajah terlalu sering.
Saat kulit wajah telanjur bermasalah, biasanya secara tak sadar kita akan merawatnya secara berlebihan. Mencuci wajah terlalu sering misalnya. Ketika dilakukan lebih dari dua kali dalam sehari, mencuci wajah justru bisa memicu kulit menjadi kering sehingga wajah terlihat kusam. Jadi, hindari kebiasaan ini supaya wajahmu tetap sehat, ya.

🎃 Mencoba banyak produk sekaligus.
Selain mencuci wajah terlalu sering, hal lain yang umum dilakukan saat jerawat hadir adalah mencoba berbagai produk perawatan wajah berjerawat. Terlalu banyak menggunakan produk secara sekaligus bisa membuat kulitmu rentan iritasi, lho. Hindari terlalu banyak coba-coba dan bijaklah memilih produk ya.

🎃 Memencet jerawat.
Gemas, sih, memang, tapi biasakan untuk tidak memencet jerawat ya, Girls. Hal ini bukanlah kebiasaan yang baik untuk mengatasi masalah kulit yang satu ini. Memencet jerawat hanya akan membuat peradangan pada kulit semakin parah, dan noda bekas luka yang ditinggalkannya makin sulit

Lakukan tips tips kecantikan ini agar hasil maksimal 

 

Yang harus dilakukan dalam merawat kulit, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami

Konsultasi dengan dokter kami via WA klik di sini

Tags: , , , ,
Setelah Berhenti Pakai Krim Muka dari Dokter

Apa Benar Setelah Berhenti Pakai Krim Muka dari Dokter, Kulit Jadi Bermasalah Lagi?

Setelah Berhenti Pakai Krim Muka dari Dokter, Anda pernah pakai krim wajah yang diracik oleh dokter? Beberapa jenis krim wajah racikan dokter memang bisa mengatasi berbagai masalah kulit. Akan tetapi, banyak juga yang bilang bahwa setelah berhenti pakai krim dokter tersebut, masalah kulit sudah hilang justru kembali lagi. Bahkan, beberapa orang mengeluh kondisi kulit jadi semakin parah. Lalu, benarkah krim racikan dokter kulit bikin ketergantungan sehingga tidak bisa dihentikan pemakaiannya? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apa benar krim racikan dokter bikin ketergantungan?
Pada dasarnya, krim racikan dokter atau jenis obat apa pun yang memang sudah diresepkan dokter untuk Anda tidak akan menimbulkan efek ketergantungan. Dengan catatan, Anda sudah menjalankan semua saran yang diberikan dokter.

Pasalnya, dokter spesialis kulit pasti melakukan diagnosis terlebih dahulu kepada setiap pasiennya. Termasuk kapan Anda harus berhenti menggunakan krim-krim racikan yang mungkin dokter resepkan untuk Anda.

Seperti pengobatan pada umumnya, pertama-tama dokter spesialis kulit akan melihat bagaimana kondisi kulit Anda dan menanyakan riwayat kesehatan Anda. Setelah itu, dokter akan mendiagnosis dan menentukan pengobatan yang terbaik untuk Anda dengan meracik obat yang memang sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing pasien.

Kemudian dokter akan menjadwalkan konsultasi secara rutin untuk memantau bagaimana perkembangan kulit Anda. Misalnya apakah membaik, memburuk, atau justru tidak mengalami perubahan yang berarti. Dokter akan terus memantau perkembangan kondisi kulit Anda sampai kulit Anda dirasa benar-benar membaik.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa hanya dokter spesialis kulit (dermatolog) yang memang ahli dalam bidanganya, bersertifikasi, dan sudah memiliki izin praktek yang bisa meracik obat atau krim wajah buat pasien.

Jadi selama Anda berkonsultasi dan beli krim racikan ke dokter yang sudah terpercaya di klinik yang reputasinya baik, seharusnya krim racikan dokter tidak akan bikin ketergantungan setelah krimnya habis.

Selain itu, kalau Anda menggunakan krim racikan dokter persis seperti anjuran dari dokter, Anda bisa menurunkan risiko efek samping atau kontraindikasi yang bikin kondisi kulit tambah parah.

Akhir-akhir ini banyak beredar krim racikan dokter yang ternyata palsu alias tidak benar-benar diracik oleh dokter. Krim ini justru diracik oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab dan diedarkan secara bebas di pasaran. Biasanya krim seperti ini mengandung steroid, yang biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan dan meredakan nyeri.

Steroid dalam bentuk krim paling sering diresepkan untuk pengobatan ruam, eksim, dermatitis, psoariasis, atau infeksi kulit lainnya (bukan untuk jerawat). Obat ini tidak disarankan digunakan dalam jangka waktu panjang. Pasalnya, steroid akan menimbulkan beragam efek samping. Di antara efek samping penggunaan steroid topikal krim adalah penipisan kulit dan perubahan warna pada kulit.

Nah, efek itulah yang membuat krim-krim palsu yang beredar dikatakan bisa memutihkan kulit. Jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu lama, krim dokter palsu ini justru akan menimbulkan efek samping berikut ini.

Setelah Berhenti Pakai Krim Muka dari Dokter

Kulit wajah semakin menipis
Pelebaran pembuluh darah yang tampak seperti guratan “urat” halus berwarna merah atau keunguan di kulit
Kelainan kulit menyerupai jerawat
Bercak putih pada kulit
Pertumbuhan rambut atau bulu-bulu di kulit yang semakin banyak
Muncul garis-garis seperti stretch mark
Kulit jadi jauh lebih sensitif
Efek samping di atas ada yang masih bisa disembuhkan, tapi ada pula yang menetap dan bahkan tidak bisa dihilangkan.

Kebanyakan orang yang menggunakan krim tersebut memang mungkin bisa mendapatkan kulit wajah putih, bebas jerawat, dan mulus secara instan. Namun, setelah berhenti menggunakan produk tersebut kulit wajahnya akan kembali ke keadaan awal. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka justru mendapatkan masalah kulit yang jauh lebih parah. Ini karena tubuh sudah kebanyakan steroid yang bisa mengganggu keseimbangan hormon.

Dalam kondisi kulit, dosis, dan jangka waktu tertentu, pengobatan dengan steroid masih diperbolehkan. Namun, pastikan Anda hanya menggunakan krim wajah yang sudah diresepkan dokter dan diracik oleh apoteker terpercaya, bukan yang tidak jelas asal-usulnya.

Anda juga harus terus memantau kemungkinan efek samping atau reaksi alergi setelah penggunaan krim racikan dokter. Segera beri tahu dokter kalau Anda malah mengalami iritasi atau alergi setelah pakai krim tersebut. Nanti dokter bisa menyesuaikan lagi resepnya dengan yang lebih cocok di kulit Anda.

Setelah Berhenti Pakai Krim Muka dari Dokter

Setelah Berhenti Pakai Krim Muka dari Dokter

Konsultasi dokter kami vi WhatApp 083867950887

Tags: , ,

Selamat datang di DRW SKINCARE, konsultasi WA klik | KONSULTASI DOKTER | Dismiss

X